Toilet adalah fasilitas wajib di rumah, kantor, atau ruang publik lainnya. Kebersihan toilet pun menjadi syarat utama untuk menjaga kesehatan penggunanya. Uji laboratorium yang dilakukan Initial Washroom Hygiene mengungkap fakta bahwa di dudukan toilet saja ada sekitar 220 bakteri yang hidup. Itu sebabnya, kita harus selalu menjaga kebersihan toilet agar tidak menjadi media penyebaran kuman.
Selain rutin membersihkan toilet kebersihan toilet pun dapat dijaga dengan menghindari kebiasaan-kebiasaan buruk yang mungkin tidak disadari. Berikut sejumlah kebiasaan baik yang penting dilakukan saat menggunakan toilet:
Berdasarkan studi dari Leeds Teaching Hospital di Inggris, bakteri-bakteri yang ada pada kotoran di dalam kloset, seperti E.coli, streptococcus, dan salmonela dapat terbang setinggi 25.4 cm dan menyebar di udara. Jika rata-rata satu orang menyiram toilet sebanyak lima hingga enam kali setiap hari, bayangkan ada sebanyak 2.000 siraman selama satu tahun. Sebanyak itu pula potensi bakteri menyebar di udara sekitar Anda jika menyiram kloset tanpa menutup toilet seat.
Sebelum keluar dari toilet, ada baiknya Anda mencuci tangan dengan sabun terlebih dahulu. Tak hanya dapat mengurangi paparan bakteri pada benda-benda yang ada di sekitar toilet, termasuk yang dibawa dari pengguna toilet sebelumnya, melainkan juga dari bakteri yang menempel pada tangan Anda setelah buang air.
Sesudah mencuci tangan, gunakan lengan atau melapisi gagang pintu toilet dengan tisu untuk meminimalisasi adanya kontak dengan gagang pintu yang mungkin telah terkontaminasi bakteri sebelumnya.
Wastafel menjadi tempat untuk mencuci tangan, menggosok gigi, hingga mencuci muka. Namun, setelah menggunakannya, mungkin tanpa sadar Anda meninggalkan wastafel dalam keadaan masih basah, bahkan meninggalkan sisa busa, sabun, atau pasta gigi. Hal ini merupakan salah satu kebiasaan yang menyebabkan toilet kotor.
Pemakaian sabun batang ternyata dapat mengumpulkan bakteri, apalagi ketika digunakan oleh banyak orang. Meski Anda telah rutin membersihkan area toilet dan juga tempat sabunnya, namun sabun batang itu sendiri dapat menjadi medium penyebaran kuman.
Handuk kain yang diletakkan di dalam toilet dan digunakan secara bergantian oleh lebih dari satu orang akan menjadi medium penyebaran bakteri. Lebih baik gunakan tisu atau handuk kertas sekali pakai yang lebih aman dalam mengontrol penyebaran bakteri.
Selain dari kelima kebiasaan baik saat menggunakan toilet, hal lain yang juga penting adalah memastikan agar toilet -khususnya di rumah- terhubung dengan sarana pengolahan untuk menjamin air limbah dapat dibuang secara aman kepada lingkungan. Setiap toilet harus terhubung dengan septic tank yang sesuai standard dan dikuras secara rutin paling sedikit 1 kali selama 3 atau 5 tahun. Dengan kata lain, menjaga kebersihan tidak hanya meliputi kebersihan toilet dan penggunaannya, tetapi juga menjamin pengolahan air limbah dari toilet yang digunakan tersebut. Berbagai upaya ini dapat mengurangi risiko penyebaran penyakit, pencemaran lingkungan atau mengganggu kualitas air sekitar
Sumber: KlikDokter.com, beritagar.id, initial.co.uk